Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Info Lengkap

Definisi Diabetes Melitus – Pemahaman Saja Tidak Cukup Untuk Mengurangi Resiko

Definisi Diabetes Melitus – Sebagian besar dari anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan diabetes, apalagi berkenaan dengan definisi diabetes mellitus itu sendiri. Intinya diabetes adalah penyakit gangguan metabolisme pada proses penyerapan glukosa. Yang perlu dipertanyakan ialah seberapa besar kemungkinan untuk mengurangi resiko diabetes dengan hanya didasarkan pada pemahaman akan definisi diabetes?

Tentunya sekedar pemahaman akan apa itu diabetes tidaklah cukup untuk mengurangi resiko penyakit diabetes. Terbukti berapa banyak masyarakat umum yang telah mengetahui tentang definisi dm tersebut. Namun ternyata pemahaman mereka tidak berimbas terhadap menurunnya resiko diabetes. Hal ini karena untuk mengurangi resiko diabetes diperlukan adanya tindakan nyata selain pemahaman akan apa itu diabetes melitus.

Dengan berbekal pemahaman definisi diabetes, seharusnya pemahaman tersebut mampu membimbing kita untuk memahami lebih lanjut akan esensinya. Paling tidak akan ada usaha untuk mencari informasi yang berkaitan dengan faktor resiko diabetes, gejalanya sampai pada komplikasi yang mungkin muncul akibat diabetes. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiganya.

Gejala Diabetes

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemahaman akan definisi diabetes tidaklah cukup untuk membantu mengurangi resiko diabetes. Akan sangat bermanfaat jika pemahaman tersebut disertai dengan pemahaman akan gejala diabetes, baik gejala awal maupun gejala lanjutan. Terbukti dengan mengetahui gejalanya, komplikasi dapat dicegah karena biasanya akan dilakukan penanganan medis terhadap penderita.

Bapak Ibu

Namun ketahuilah bahwa penanganan medis harus disertai dengan upaya dari si penderita untuk melakukan perubahan gaya hidup, pola makan dan penambahan aktifitas fisik secara teratur. Hal ini karena usaha penanganan yang diberikan baik secara medis maupun berupa pengobatan diabetes melitus herbal tidak akan memberikan efek maksimal jika tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup yang sehat, pola makan yang teratur dan olahraga yang cukup. Lalu apa sajakah gejala diabetes yang perlu diketahui? Berikut uraian mengenai gejala diabetes.

  • Sering buang air kecil

Sering buang air kecilSeperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme tubuh. Dalam hal ini tubuh tidak mampu menyerap glukosa yang berasal dari makanan karena sel beta pankreas mengalami kerusakan sehingga insulin tidak dapat dihasilkan.

Sebagian dari anda mungkin bertanya mengenai hubungan antara insulin dengan penyerapan glukosa dalam tubuh. Perlu anda ketahui bahwa dalam proses metabolisme glukosa, yaitu penyerapan glukosa oleh sel, diperlukan jumlah insulin yang cukup. Hal ini karena insulinlah yang bertugas sebagai pembuka gerbang sel sehingga nantinya glukosa dapat diserap masuk ke dalam sel.

Karena rusaknya sel beta pankreas yang mengakibatkan tidak terproduksinya insulin dalam tubuh menyebabkan glukosa tidak dapat diserap masuk oleh sel. Glukosa akan tetap berada dalam aliran darah yang menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Biasanya hal ini ditemui pada penderita diabetes tipe I.

Berbeda dengan diabetes tipe I, pada diabetes tipe II kadar gula darah yang tinggi bukan disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas melainkan akibat resistensi sel terhadap insulin. Penyebab yang paling umum ialah penimbunan lemak di dalam tubuh, terutama di area yang dekat dengan pankreas yaitu di daerah perut dan pinggul.

Akibat adanya reaksi penolakan atau resistensi terhadap insulin, insulin tidak dapat bekerja secara efektif dalam membantu proses metabolisme gula. Akibatnya gula tetap berada dalam aliran darah dan mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat drastis. Kelebihan gula dalam darah ini nantinya direspon oleh tubuh.

Respon tersebut diteruskan oleh otak ke ginjal sehingga nantinya gula yang tetap berada dalam aliran darah akan dibuang bersama dengan urin. Hal ini merupakan alasan mengapa penderita diabetes akan sering sekali buang air kecil dibandingkan dengan orang normal.

  • Rasa lemas, tidak bertenaga

Rasa lemas, tidak bertenaga oleh penderita diabetesBanyaknya cairan yang terbuang lewat urin akibat tingginya kadar gula dalam darah akan berdampak pada fisik penderita, yaitu penderita akan sering merasa lemas seolah tidak bertenaga. Hal ini karena penderita mengalami kekurangan cairan dan zat-zat makanan akibat terbuang bersama urin.

Gula yang dibuang bersama urin sebenarnya berfungsi sebagai nutrisi  bagi tubuh yang nantinya diserap dan dimanfaatkan oleh sel. Karena terbuangnya gula bersama dengan urin otomatis sel tidak mendapat jatah nutrisi yang diperlukan sehingga berimbas pada tubuh penderita dengan timbulnya rasa lemas tersebut.

  • Penurunan berat badan

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa tubuh akan merespon kadar gula darah yang meningkat dengan cara mengeluarkannya bersama dengan urin. Selain berdampak pada fisik penderita, yaitu timbulnya rasa lemas, pengeluaran gula lewat urin juga berdampak pada penurunan berat badan penderita. Hal ini karena tubuh tidak mendapat jatah nutrisi. Ketahuilah bahwa gula yang dibuang bersama urin seharusnya dicerna oleh sel sehingga menghasilkan energi yang cukup untuk beraktifitas dan cadangan makanan bagi tubuh.

  • Cepat haus

Kadar gula yang berlebihan dalam darah direspon dengan sangat baik oleh tubuh guna mendapatkan kembali kadar gula darah yang stabil. Namun upaya ini ternyata mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan karena kadar gula yang berlebih harus ikut dikeluarkan bersama dengan urin. Inilah alasan mengapa penderita diabetes akan sering merasa haus karena cairan yang hilang dari tubuh harus segera digantikan dengan cairan baru.

  • Cepat lapar

Selain mengakibatkan dehidrasi pada penderita, kadar gula yang tinggi juga mengakibatkan terbuangnya nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh. Karena kurangnya nutrisi ini, otak kemudian mengirimkan sinyal rasa lapar sehingga penderita akan mudah sekali merasa lapar.

Faktor Resiko

Diabetes dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Karena itu pemahaman akan definisi diabetes saja tidaklah cukup untuk mengurangi resiko diabetes, terutama bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes. Meskipun hal ini bukan berarti bahwa mereka pasti akan terserang diabetes, namun dengan adanya riwayat penderita diabetes dalam keluarga, resiko untuk terserang diabetes akan semakin besar.

Karenanya, perlu sekali untuk melakukan pencegahan terhadap diabetes dengan cara mengurangi resiko tersebut. Hal-hal yang masih mungkin dilakukan meliputi perubahan gaya hidup, perubahan pola makan dan penambahan aktifitas fisik seperti olahraga. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan fakta bahwa gen yang kita warisi dari kedua orang tua kita tidak dapat diubah. Namun bukan berarti bahwa resiko diabetes akibat keturunan tidak dapat dikurangi.

Komplikasi Diabetes

Komplikasi akibat terkena DiabetesPengetahuan akan komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh diabetes sangatlah perlu untuk membantu mengurangi resiko diabetes bagi yang belum terjangkit. Sedangkan bagi mereka yang sudah terlanjur terjangkit diabetes, pengetahuan yang cukup akan komplikasi diabetes sangatlah diperlukan untuk mengurangi resiko munculnya komplikasi tersebut. Dengan kata lain memahami definisi diabetes saja tidaklah cukup.

Berbicara mengenai komplikasi diabetes, sebaiknya dimulai dengan pemahaman bahwa komplikasi tersebut biasanya muncul setelah menderita diabetes dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena gula yang ikut dalam aliran darah membuat aliran darah menjadi terganggu. Lambat laun pembuluh darah akan mengalami penyumbatan. Apabila penyumbatan pembuluh darah tersebut terjadi pada pembuluh darah yang menuju ke organ-organ vital seperti jantung, ginjal, paru paru dan mata, maka akibatnya akan sangat fatal sekali bagi penderita.

Akibat penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju organ vital tersebut, penderita dapat mengalami kebutaan, gagal ginjal, stroke sampai serangan jantung. Akibat yang paling umum dijumpai akibat penyumbatan pembuluh darah adalah timbulnya gangren pada kaki. Awalnya hanya sebatas luka kecil yang semakin lama semakin melebar dan membusuk. Jika tidak segera mendapat penanganan yang serius, amputasi bisa saja dilakukan untuk mencegah infeksi menyebar ke anggota tubuh yang lain.

Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa pemahaman akan diabetes secara menyeluruh sangatlah penting dibandingkan dengan pemahaman parsial yang hanya menyangkut definisinya saja. Terbukti pemahaman menyeluruh dapat menyadarkan kita akan bahaya diabetes dan komplikasi yang dapat ditimbulkan.

Bagi penderita juga perlu memahami bahwa penanganan medis yang diberikan baik berupa suntik insulin maupun pemberian obat oral bukanlah suatu upaya penyembuhan melainkan hanya sekedar membantu menstabilkan kadar gula darah. Tentunya hal ini dilakukan agar gula darah tidak semakin meningkat. Namun ketahuilah bahwa penanganan medis berupa pemberian suntik insulin dan obat ini ternyata hanya memperparah diabetes karena ketidakefektifannya dalam menuntaskan akar permasalahan diabetes.

Metode pengobatan diabetes lain tentunya sangat diperlukan dan ternyata metode tersebut telah lama ada. Orang eropa jaman dulu telah menggunakan obat diabetes ini dan terbukti dapat menuntaskan akar permasalahan diabetes sehingga tubuh nantinya dapat memperbaiki kerusakan sel beta pankreas sekaligus meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin.

Klik Di Sini untuk mencabut akar penyebab diabetes Anda

Incoming search terms:

  • Berapa tipe dm menurut pemahaman terbaru

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Content is protected !!