Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Info

Apakah Puasa Tetap Aman Dilakukan oleh Penderita Diabetes?

Puasa tetap dapat dilakukan oleh penderita diabetes. Apalagi bagi umat muslim puasa merupakan ibadah wajib kedua setelah shalat. Jadi bagi penderita diabetes yang kebetulan akan menjalankan ibadah puasa tersebut, seharusnya tidak perlu khawatir dengan resiko hipoglikemia yang dapat terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu rendah.

Memang penderita diabetes beresiko mengalami hipoglikemia saat berpuasa. Apalagi saat puasa, penderita tidak akan memperoleh asupan makanan apapun selama kurang lebih delapan jam. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia, dimana kadar gula darah menurun drastis akibat tidak adanya asupan makanan, khususnya karbohidrat. Namun anda tidak perlu khawatir karena resiko hipoglikemia saat puasa tetap dapat dikurangi atau bahkan dihindari dengan beberapa tips sehat berikut ini.

Selalu Jaga Kondisi Tubuh Anda

Guna mengurangi resiko hipoglikemia saat berpuasa, maka alangkah baiknya jika anda mulai menyipakan kondisi fisik anda. Dengan kata lain, jagalah kondisi tubuh anda agar tetap fit, baik sebelum dan selama puasa. Akan lebih baik jika penderita membiasakan diri terlebih dahulu dengan melakukan puasa sunnah sehingga tubuh tidak terlalu kaget. Yang paling penting adalah dengan tetap mengkonsumsi makanan yang bernutrisi agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap dapat terpenuhi dengan baik sehingga tubuh pun akan tetap bugar.

Makan dan Minum yang Cukup

Saat puasa, pastikan anda tidak mengurangi porsi makanan ataupun minuman anda, baik saat berbuka maupun saat sahur. Dalam hal ini, makan dan minum cukup akan menjaga tubuh anda tetap fit. Ingatlah bahwa anda tidak akan makan dan minum selama kurang lebih delapan jam. Dengan begitu, asupan makanan dan minuman yang cukup tentunya akan sangat mempengaruhi puasa anda. Apalagi aktifitas saat puasa tetap berjalan sehingga kebutuhan energipun nantinya tetap harus dipenuhi.

Bapak Ibu

Mengingat kebutuhan energi tetap harus dipenuhi guna mendukung aktifitas harian anda, maka asupan makanan dalam jumlah yang cukup saat berbuka dan sahur akan dapat memenuhi kebutuhan energi tersebut meski nantinya dalam bentuk cadangan makanan. Selain itu, asupan makanan dalam jumlah yang cukup juga dapat mengurangi resiko hipoglikemia.

Pilih Makanan Berserat dan yang Mengandung Protein

Usahakan selalu menyiapkan menu berbuka dan sahur yang kaya akan serat dan protein. Serat dalam jumlah yang cukup bukan hanya dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah saat puasa, melainkan juga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Dengan begitu, puasapun tidak akan terganggu. Apalagi dengan aktifitas yang tetap padat.

Selain serat, asupan protein juga sangat penting. Hal ini karena protein dapat membantu memberikan nutrisi tambahan bagi penderita sehingga harapannya penderita tetap dapat menjalankan puasa dengan baik. Selain itu, perlu dipertimbangkan pula konsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah agar kadar gula darah dapat tetap terjaga kestabilannya.

Atur Perolehan Energi

asupan makananPerolehan energi saat puasa tetap harus diperhitungkan. Meski demikian, sebaiknya hindari makan dengan porsi berlebihan saat berbuka. Hal ini karena efeknya juga tidak akan bagus terhadap kadar gula darah anda. Akan lebih baik jika porsi makan saat berbuka dikurangi tanpa mengurangi jumlah energi dan nutrisi yang diperoleh. Makan dengan porsi besar dapat dilakukan setelah tarawih dan saat sahur sehingga penderita dapat merasa kenyang lebih lama. Porsi besar disini maksudnya, makan lengkap dengan lauk pauk. Jadi bukan dengan porsi yang berlebihan.

Atur Jadwal Makan Saat Berpuasa

Selain porsi makanan, pengaturan jadwal makan juga perlu diperhatikan agar penderita tetap dapat menjalankan puasanya dengan baik. Sangat disarankan untuk tidak terlambat berbuka. Perhatikan juga jenis makanan yang akan dikonsumsi saat berbuka. Akan lebih baik jika saat berbuka, penderita cukup mengkonsumsi beberapa biji buah kurma dan segelas air. Selanjutnya, porsi makan dapat ditingkatkan setelah tarawih namun tetap dengan porsi sedang.

Jangan Memaksakan Diri Ketika Muncul Gejala Hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah)

Hipoglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula darah seseorang menjadi terlalu rendah (di bawah 60 mg/dl).

Gejala hipoglikemia (saat kadar gula darah 40-55 ) adalah sebagai berikut:

– Gemetar

– Lemah lesu

– Berkeringat dingin

– Mual

– Merasa tegang

– Jantung berdebar

– Pandangan kabur

– Merasa sangat kelaparan

– Pusing atau sakit kepala

– Kulit dingin

Jika kadar gula darah kurang dari 40 mg/dl, gejala yang dikeluhkan penderita biasanya adalah mengantuk, sulit bicara, bingung dan serasa mabuk. Dalam kondisi seperti ini penderita harus segera mendapatkan penanganan yang serius.

Subtopik terakhir ini sebenarnya lebih tepat dianggap sebagai langkah antisipasi ketika gejala hipoglikemia muncul. Adakalanya penderita dapat mengalami hipoglikemia meski sudah berusaha mengikuti tips sehat tersebut di atas. Jika seseorang sudah mengalami gejala hipoglikemia, akan lebih baik jika penderita tidak memaksakan diri untuk tetap berpuasa.

Dispensasi atau pengecualian, dalam hal ini, tetap dapat diberikan khusus bagi penderita yang secara fisik tidak mampu lagi melanjutkan puasanya. Apalagi dengan munculnya gejala hipoglikemia. Konsumsi tablet glukosa atau makanan manis lainnya akan sangat bermanfaat dalam hal menstabilkan kembali kadar gula darah yang menurun drastis tersebut. Namun porsinya juga jangan berlebihan.

Itulah tadi beberapa tips yang bisa anda coba agar tetap dapat menjalankan puasa dengan baik meski anda menderita diabetes.

KLIK DI SINI Untuk Mengalahkan Diabetes Sehingga Anda Dapat Menjalankan Ibadah Puasa dengan Lebih Baik

1 Comment

  1. Terima kasih atas artikel yg sangat berguna….. saya tunggu artikel lain mengenai diabetesmelitus…..

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Content is protected !!