Terapi Terbaik untuk Mengatasi Diabetes Melitus

Pentingnya Mengetahui Klasifikasi Diabetes Melitus Sejak Dini

Diabetes sudah menjadi penyakit umum bagi masyarakat. Hal ini seiring pesatnya laju peningkatan jumlah penderita diabetes, terutama di negara-negara maju. Mengapa jumlahnya lebih banyak di negara-negara maju? Hal ini karena mayoritas penduduknya aktif. Artinya sebagian besar dari mereka bekerja dengan jadwal yang super padat. Kesibukan inilah yang akhirnya memaksa mereka untuk hidup serba instan terutama dalam hal mengonsumsi makanan.

Kemajuan teknologi juga memiliki sumbangsih besar terhadap gaya hidup yang mereka jalani dengan menjamurnya produk-produk makanan dan minuman kemasan dengan kadar gula tinggi dan kalori yang rendah yang semakin mendorong berkembangnya gaya hidup serba instan. Keadaan ini juga diperparah dengan kurangnya aktifitas fisik akibat jadwal kerja yang super padat tadi. Dari sinilah masalah timbul yang akhirnya berkembang menjadi diabetes, khususnya diabetes tipe II. Bagaimana dengan tipe diabetes lainnya? Apa pentingnya mengetahui jenis-jenis diabetes? Simak saja uraian berikut ini.

Pentingnya Mengetahui Klasifikasi Diabetes Sejak Dini

Penimbunan lemak dalam tubuh dapat memimcu terkena diabetesPada umumnya diabetes adalah penyakit kencing manis akibat tingginya kadar gula dalam darah yang tidak diimbangi dengan produksi insulin yang cukup. Bahkan pada diabetes tipe II, tubuh dapat memproduksi insulin yang dibutuhkan tubuh untuk mengontrol kadar gula darah dalam jumlah yang cukup. Namun sayangnya karena penimbunan lemak, terutama di daerah perut dan pinggul, tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga kadar gula dalam darah tetap tinggi akibat tidak terurainya menjadi energi.

Disinilah letak pentingnya pemahaman akan jenis diabetes melitus yang ada. Dengan pemahaman yang cukup diharapkan penderita dapat mencegah timbulnya komplikasi akibat diabetes atau bahkan ia bisa pulih seperti sedia kala meskipun hal ini membutuhkan proses yang lama. Namun kesembuhan bukanlah hal yang tidak mungkin bagi penderita diabetes jika ada kemauan untuk merubah gaya hidup, pola makan dan menambah aktifitas fisik.

Bapak Ibu

Tipe Diabetes

Di awal telah dijelaskan secara singkat mengenai tipe-tipe diabetes yang ada. Anda mungkin bertanya apakah masih ada jenis diabetes lainnya yang perlu diketahui dan diwaspadai? Tentu saja masih ada beberapa tipe diabetes mellitus lainnya seperti halnya yang berikut ini.

Diabetes Tipe I

Diabetes tipe I umumnya menyerang anak-anak dan remaja atau orang dewasa di bawah umur 30 tahun. Penyebab utamanya adalah kerusakan sel beta pankreas. Perlu diketahui bahwa sel beta pankreas merupakan sel yang mempunyai peranan vital. Sel inilah yang bertugas memproduksi insulin, hormon yang digunakan untuk menstabilkan kadar gula dalam darah.

Apa Artinya Ketika Sel Beta Pankreas Rusak?

Ketika sel beta pankreas rusak tubuh tidak lagi memiliki suplai insulin yang cukup sehingga tidak ada yang dapat dilakukannya untuk mengontrol kadar gula dalam darah. kondisi ini kemudian berkembang menjadi diabetes. Untuk penanganan biasanya akan diberikan suntikan insulin. Namun yang perlu diingat bahwa pemberian insulin ini bukanlah media penyembuhan yang sebenarnya. Media penyembuhan yang sebenarnya masih belum ditemukan.

obat dokter masih belum mampu mengatasi penyakit diabetesSebagai penderita mungkin anda merasa cemas dan khawatir karena tidak adanya media penyembuhan yang dapat secara langsung menuntaskan akar permasalahan diabetes. Namun beberapa tahun belakangan ini sebuah terobosan baru telah ditemukan dan sudah terbukti secara klinis khasiatnya. Terapi ini tidak hanya berfungsi menstabilkan kadar gula dalam darah tetapi juga dapat merangsang sel beta pankreas untuk bisa menghasilkan insulin sehingga penderita diabetes tipe I nantinya tidak memerlukan suntikan insulin dari luar tubuh. Untuk informasi lebih lanjut berkenaan dengan terapi diabetes ini, silahkan Klik Di Sini.

Diabetes Tipe II

Diabetes tipe II terjadi karena tubuh kekurangan insulin relatif akibat adanya reaksi autoimun atau penolakan terhadap insulin yang dihasilkan. Akibatnya kadar gula dalam darah meningkat drastis karena insulin sudah tidak berfungsi lagi. Umumnya faktor obesitas, gaya hidup, pola makan dan diet yang salah serta kurangnya aktifitas fisik menjadi pemicu utama diabetes tipe II.

Namun ada kemungkinan disebabkan oleh faktor keturunan meskipun hal ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa seseorang dengan riwayat keluarga penderita diabetes pasti akan menderita diabetes. Kita memang tidak bisa mengubah gen yang sifatnya menurun, tetapi kita bisa mengurangi resiko diabetes akibat keturunan dengan perubahan gaya hidup, pola makan teratur, diet seimbang dan olahraga yang cukup.

Anda mungkin bertanya apakah penggunaan obat akan dapat memperbesar kemungkinan penderita untuk terbebas dari diabetes tipe II. Pemberian obat sebenarnya hanya sebagai upaya penanganan terhadap gula darah yang meningkat. Efeknya pun hanya sementara sehingga penderita nantinya akan terus bergantung dengan obat tersebut.

Tentunya akan lebih baik hasilnya jika ada metode lain yang dapat mengurangi ketergantungan penderita terhadap obat sekaligus membantu menstabilkan kadar gula darahnya. Dan ternyata sekarang telah ditemukan metode tersebut yang khasiatnya pun telah teruji secara klinis. Untuk info selengkapnya mengenai terapi diabetes melitus ini, anda bisa Klik Di Sini.

Diabetes Tipe Khusus

Diabetes tipe khusus sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tipe diabetes melitus pada umumnya, yaitu meningkatnya kadar gula dalam darah gangguan mekanisme kerja insulin di dalam tubuh. Yang membedakan ialah diabetes tipe khusus belum diketahui penyebabnya secara pasti. Khusus untuk diabetes kehamilan, diabetes ini hanya terjadi saat hamil saja.

Begitulah kiranya sekelumit uraian mengenai klasifikasi diabetes melitus yang perlu anda ketahui. Sebelumnya juga telah disinggung mengenai terapi diabetes yang sudah terbukti secara klinis dapat menstabilkan kadar gula darah. Dengan mengikuti terapi ini secara teratur anda bahkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap obat dokter.

Klik Di Sini untuk terbebas dari ketergantungan obat dokter

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>