Terapi Terbaik untuk Mengatasi Diabetes Melitus

Fakta Efektifitas Jamu untuk Diabetes

Efektifitas jamu diabetes memang seringkali masih dipertanyakan, mengingat belum adanya uji klinis yang dilakukan guna mendukung khasiatnya. hal inilah yang kemudian membuat beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai jamu untuk diabetes tersebut menjadi jarang digunakan. Berdasarkan kenyataan tersebut, kami merasa perlu untuk memberikan informasi mengenai fakta efektifitas tanaman herbal diabetes yang dimaksud dalam hal menurunkan kadar gula darah.

Kandungan Nutrisi Jamu Diabetes

Terdapat beberapa jenis tanaman herbal diabetes yang dapat dimanfaatkan sebagai jamu diabetes. Pemanfaatannya tersebut tentu terkait dengan kandungan nutrisinya yang diyakini dapat membantu menurunkan gula darah. Kandungan nutrisi yang dimaksud meliputi saponin, flavonoid, polifenol dan alkaloid.

Saponin berfungsi merangsang sel beta pankreas untuk mensekresikan insulin dalam jumlah yang cukup. dengan semakin terpenuhinya kebutuhan akan insulin, maka proses penyerapan kembali glukosa darah ke dalam sel akan kembali berjalan dengan baik, sehingga tidak ada lagi kelebihan glukosa dalam darah. meski demikian, perlu diingat bahwa saponin yang ditemukan pada beberapa jenis tanaman herbal memiliki sifat yang mudah larut dalam air. Jadi agar khasiatnya tidak berkurang atau bahkan hilang, hindari memasak tanaman tersebut terlalu lama.

Berbeda halnya dengan saponin, flavonoid bekerja menurunkan gula darah dengan cara mencegah produksi glukosa berlebih di hati. Sementara itu, polifenol dan alkaloid bekerja menurunkan gula darah, baik dengan cara mengaktifkan kembali fungsi kelenjar kelenjar di dalam tubuh maupun memperbaiki kerusakan atau gangguan yang dialami sel sel tubuh, sehingga kemudian fungsinya dapat dioptimalkan kembali.

Sapaan:
Nama Panggilan:
Email:

Khasiatnya

Khasiat jamu untuk diabetes sebenarnya sudah diakui dan banyak digunakan sejak ratusan tahun yang lalu. Namun karena khasiatnya tersebut sebagian besar belum diteliti secara ilmiah, maka kemudian khasiatnya masih dipertanyakan. Apalagi jika dihubungkan dengan cara meracik jamu dan dosis yang digunakan. Kedua hal tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi khasiatnya. terlebih lagi jika dosis yang digunakan kurang atau bahkan melebihi dosis yang dianjurkan. Seperti misalnya dosis saponin perlu ditambah mengingat saponin memiliki sifat yang mudah larut dalam air.

Efektifitasnya

Seperti yang sudah dikemukakan pada poin sebelumnya bahwa khasiat jamu diabetes masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah ia benar-benar berkhasiat seperti yang diyakini masyarakat atau tidak. Hal ini tentunya akan mempengaruhi efektifitas jamu tersebut. Apalagi jika dihubungkan dengan beberapa sifat nutrisi yang ditemukan di dalamnya. Seperti contohnya saponin yang mudah larut dalam air, maka pengaturan dosisnya perlu perhitungan tersendiri yang tentunya tidak bisa sembarangan dilakukan.

Selain sifat salah satu nutrisi yang mudah larut dalam air, terdapat salah satu bahan jamu diabetes yang harus dikonsumsi dalam keadaan hidup, tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Bahan jamu yang dimaksud adalah undur undur, dimana kandungan nutrisi terbanyak berada di bagian bulu dan untuk menjaga kandungan nutrisinya tersebut, ia harus dikonsumsi hidup hidup. Meski diyakini sangat efektif dalam hal membantu menurunkan gula darah, sebagian besar orang akan merasa tidak nyaman jika harus mengkonsumsinya hidup hidup dan tanpa membersihkannya terlebih dulu.

Kedua hal inilah yang menjadi dilema dalam pengobatan diabetes melitus. Namun anda tidak perlu khawatir, mengingat dengan hadirnya Tahitian Noni, anda tidak perlu merasa tidak nyaman ataupun ribet untuk bisa mengatasi diabetes anda. Ribuan orang lainnya di seluruh dunia sudah merasakan khasiatnya. Kini giliran anda membuktikan sendiri khasiatnya tersebut.

=> KLIK DI SINI untuk mengalahkan diabetes anda <=

Beri Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>