Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Pemeriksaan

Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Banyak Terabaikan

Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 – Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang dipicu oleh beberapa hal. Namun umumnya penyakit diabetes melitus dipicu oleh dua hal, yaitu kerusakan yang terjadi pada sel beta pankreas dan resistensi sel terhadap insulin. Kerusakan pada sel beta pankreas merupakan akar permasalahan diabetes melitus tipe 1. Sementara itu, resistensi sel terhadap insulin merupakan akar permasalahan diabetes melitus tipe 2.

Mengingat perbedaan faktor penyebab yang menjadi akar permasalahan diabetes, mungkin sebagian besar dari anda akan mengira bahwa gejala diabetes tipe 1 berbeda dengan gejala diabetes melitus tipe 2. Apakah memang demikian halnya? Bagaimana dengan gejala diabetes pada umumnya? Simak saja uraian berikut!

Gejala Diabetes Tipe 1 Vs Gejala Diabetes Tipe 2

Gejala diabetes tipe 1 sebenarnya sama dengan gejala diabetes tipe 2. Dengan kata lain, gejala diabetes tipe 1 juga termasuk gejala diabetes tipe 2. Lalu jika memang gejalanya sama mengapa diberi nama yang berbeda? Perlu diketahui bahwa pemberian nama yang berbeda tersebut berfungsi sebagai penunjuk terhadap akar permasalahan diabetes, apakah karena kerusakan pada sel beta pankreas atau resistensi sel terhadap insulin.

Gejala diabetes yang sering diabaikanPemberian nama yang berbeda juga nantinya akan menentukan jenis pengobatan diabetes yang akan diberikan pada penderita. Hal ini mengingat pengobatan diabetes tipe 1 dan tipe 2 nantinya akan sangat berbeda sekali. Penderita diabetes tipe 1 akan diberikan suplai insulin buatan guna mengganti insulin alami yang tidak dapat diproduksi lagi di dalam tubuh. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 nantinya akan diberikan obat diabetes yang berfungsi meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin.

Bapak Ibu

Gejala Diabetes Tipe 2 Vs Gejala Diabetes Secara Umum

Gejala diabetes tipe 2 juga merupakan gejala diabetes pada umumnya. Hal ini mengingat tingginya kadar gula darah penderita akan memunculkan gejala diabetes yang sama. Yang perlu ditekankan disini ialah akar permasalahan diabetes dan pengobatan diabetes yang nantinya diberikan. Hal ini karena akar permasalahan diabetes berbeda untuk masing-masing tipe diabetes yang nantinya akan berdampak pada jenis pengobatan yang diberikan.

Poliuti Merupakan Gejala Diabetes Tipe 2

Poliuri atau sering buang air kecil merupakan gejala diabetes tipe 2 yang paling sering ditemui. Hal ini karena peningkatan kadar gula darah akan selalu direspon oleh tubuh dengan cara membuang kelebihan gula tersebut melalui urin. Sebelum membuang kelebihan gula tersebut, tubuh akan terlebih dahulu menarik lebih banyak cairan yang dimiliki guna mengencerkan urin yang akan dikeluarkan.

Akibat ditariknya cairan tubuh ke dalam urin, maka akan berdampak pada seringnya penderita buang air kecil. Hal ini juga akan dipengaruhi oleh tingginya kadar gula darah penderita. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar gula darah maka semakin banyak gula yang akan dibuang melalui urin. Semakin tinggi kandungan gula dalam urin maka akan memerlukan lebih banyak cairan tubuh guna mengencerkannya sehingga akan meningkatkan intensitas penderita dalam hal buang air kecil.

Banyak Makan

Banyak makan bisa menjadi salah satu tanda diabetesBanyak makan juga termasuk gejala diabetes tipe 2. Hal ini dipicu oleh kurangnya nutrisi yang diperoleh tubuh akibat terhambatnya proses metabolisme gula. Perlu diketahui bahwa gula yang berasal dari makanan merupakan bahan dasar pembuatan energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Namun untuk dapat diolah menjadi energi dan cadangan makanan bagi tubuh, gula harus melalui proses metabolisme di dalam sel terlebih dahulu dengan melibatkan produksi insulin.

Terkait produksi insulin yang diperlukan guna membantu proses metabolisme gula di dalam sel tersebut, tubuh sebenarnya masih mampu memenuhi kebutuhan akan insulin. Hal ini mengingat sel beta pankreas masih berfungsi dengan baik dalam hal memproduksi insulin yang diperlukan tubuh. Namun sayangnya akibat resistensi sel terhadap insulin, maka fungsi insulin sebagai penstabil gula darah menjadi terganggu. Hal ini tentu saja berdampak pada proses metabolisme gula sehingga gula pun akhirnya tetap berada dalam aliran darah.

Gula yang tetap berada dalam aliran darah ini nantinya akan dibuang melalui urin oleh tubuh guna mengurangi kelebihan gula dalam darah. Akibat dibuangnya gula tersebut, maka secara otomatis tubuh akan kehilangan nutrisi yang dapat diperolehnya dari gula yang terbuang tersebut sehingga timbullah rasa lapar yang cenderung menuntut penderita untuk banyak makan.

Banyak Minum

Banyak minum juga termasuk gejala diabetes tipe 2. Banyak minum dipicu oleh rasa haus akibat tingginya kadar gula darah yang tidak diimbangi dengan sensitifitas sel yang cukup baik terhadap insulin. Akibatnya, gula yang berasal dari makanan tidak dapat dicerna oleh sel karena terjadinya resistensi tersebut sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Gula yang berada dalam darah kemudian akan dibuang oleh tubuh melalui urin. Sebelumnya, tubuh telah terlebih dahulu menarik lebih banyak cairan tubuh yang dimiliki ke dalam urin sehingga menyebabkan penderita akan sering buang air kecil. Akibat seringnya buang air kecil inilah nantinya penderita akan mengalami dehidrasi yang menuntutnya untuk lebih banyak minum guna mengganti cairan tubuh yang hilang.

Mengingat gejala diabetes tipe 2 umumnya sama dengan gejala diabetes tipe 1, maka sudah sewajarnya jika anda mengenali dan mewaspadai setiap gejala guna mengurangi resiko keduanya. Hal ini mengingat pemeriksaan kadar gula darah umumnya akan segera dilakukan ketika muncul salah satu gejala diabetes tersebut di atas.

Klik Di Sini agar gula darah Anda tetap stabil

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

error: Content is protected !!